My photo
Penyuka berceloteh tentang spontanitas dan penggila kata meski tak suka bahasa. Sosok hitam pecinta keeksotisan alam, gila trip ala backpacking. Debur ombak dan dinginnya pegunungan yang jadi kepuasan dikala senggang.

Keeksotisan Curug Dholo

Berlokasi dikawasan Besuki, Kabupaten Kediri, Air terjun yg berada di puncak ketinggian ini ramai dikunjungi orang. Dengan membayar Rp 3.000 per orang dan Rp.1.000 untuk sepeda motor di gerbang masuk anda bisa melenggang santai melanjutkan perjalanan menyusuri kawasan wisata Besuki. Kira-kira perjalanan selama 1 jam 20 menit (sekitar 31km) dari pusat kota Kediri yang hampir setengah jalanannya berupa tanjakan curam yang berkelok, baru kita bisa sampai di pelataran parkir Curug Dholo ini. Namun anda bisa tenang karena sepanjang jalan yang anda lalui sudah berupa aspal halus yang nyaman untuk melaju kendaraan. Eitss Jangan senang dulu setelah berhasil mencapai lahan parkir, karena perjuangan belum selesai. Penelusuran anak tangga sepanjang 1 km akan ditemui, berupa kelokan dan turunan curam, namun sejauh ini tangga masih tertata rapi dan terkesan belum terlalu banyak tangan usil yang merusaknya. Kira-kira memerlukan waktu 20 menit untuk menuruninya dan akan terpampanglah air yang terjun dari ketinggian tebing. Lokasi ini tergolong masih alami dan belum banyak sentuhan tangan manusia. Sayang sekali waktu saya berkunjung ke sana, debit air tidak terlalu banyak karena memang sedang musim kemarau. Meskipun demikian pengunjung sangat ramai riuh riang bermain air yang dinginnya luar biasa. Jangan coba-coba ikut berbasah-basahan kalau tidak membawa baju ganti, karena udara di sana sangat dingin, wajarlah karena memang posisinya berada di ketinggian.

Puas bermain air atau sekedar menikmati suasana hutan dan air terjun, pengunjung bisa kembali ke arah pelataran parkir tentunya melalui tanjakan tangga yang tadi dilalui, jangan heran kalau perjalanan lebih lama dari sebelumnya, karena tanjakan tangga sepanjang 1 km ini lumayan membuat nafas ngos-ngos-an dan kaki terasa sebesar gedebog pisang. Di kanan kiri tangga terdapat beberapa tempat peristirahatan yang menjual berbagai macam penganan, dari mulai air minum, snack sampai makan berat seperti mie rebus catel (campur telor), nasi pecel, soto ceker, tiwul goreng dll yang tiap porsinya tidak lebih dari Rp. 8.000. Fasilitas kamar mandi di pelataran parkir juga tersedia dengan nyaman begitu juga dengan tempat ibadah berupa mushola yang terawat.


Jika pada waktu menyusuri jalanan ketika berangkat tadi belum sempat menikmati pemandangan, pada saat menuruni jalanan dengan kendaraan ini disarankan untuk tidak tergesa-gesa dan rajin mencari spot untuk memarkir kendaraan sejenak untuk berfoto atau sekedar menikmati alam. Sebagai informasi juga, di kawasan wisata besuki ini terdapat 3 air terjun termasuk Curug Dholo. Sedangkan dua air terjun lainnya berada lebih bawah yaitu Curug Irenggolo dan Curug Parijotho. Saya tidak mengunjungi kedua Curug tersebut, karena menurut informasi kakak saya, bahwa Curug Irenggolo selain ukurannya lebih kecil juga sangat kotor dan tidak terawat. Sedangkan untuk Curug Parijotho akses untuk masuk menuju ke lokasi sepanjang 5km dari jalanan utama dengan kondisi jalan sangat belum layak untuk dilalui.